Rabu, 07 April 2010

Yuk Diskusi Bahasa I



Bicara pengajaran bahasa Inggris (PBI) di Indonesia bagaikan pekerjaan yang tak pernah rampung-rampung. Mungkin seperti mengurai benang ruwet yang tak pernah ketemu ujungnya. Berbagai model kurikulum telah ditawarkan. Belum ada hasil. Baik kurikulum proyek, ideal maupun paling mutakhir - saya lebih suka menyebutnya kurikulum tukang -meskipun orang menyebutnya Genre Based mudah-mudahan ada yang mau menanggapi - terutama poro-poro yang merasa pakar bahasa Inggris di dunia maya). Hampir semua kurikulum diatas belum memberikan solusi mantap. Buktinya ? Kalau sudah pas pasti nggak akan ganti yang baru. Kalau sudah cocok pasti nggak akan coba-coba.

Tapi jika disuruh memilih diantara kurikulum kita , penulis pilih model kurikulum tahun 1980 (dimana saat itu masih SMP dan memakai creative english) hasilnya banyak anak bisa cas-cis-cus. Dan bahasa Inggris juga menjadi pelajaran yang menyenangkan. Tidak ada siswa yang tak kenal "Tenses" disamping pasti juga termotivasi untuk memahami berbagai bacaan. Jaman berganti, cara pandang pun berubah. Apalagi banyak ratusan Doktor almuni berbagai universitas Australia mulai merevolusi pembelajaran dan pengajaran bahasa. Berbagai temuan dijejalkan pada semua calon guru baik mahasiwa D3,s1 dan s2 dalam negeri. Mereka harus mengusung "Genre Based Approach" alias kurikulum tukang(biar marah bagi yang pro).

Maksudnya apa kurtukang ? Jelas iyalah...siswa sudah disiapkan dengan pola sederhana dan menghafalkan aneka teks sepele. Tak ada pilihan...tergantung para mandor atasan....ya top down process. Siswa hanya manut-manut...mau apa lagi kalau nggak manut. Hasilnya ? Coba adakan penelitian nasional secara lurus dan jujur ( jangan terkecoh nilai UAN apalagi raport) hasilnya nanti pasti akan mengejutkan. Berarti gagal dong ?
Belum tentu cuma.....hasilnya tak memuaskan (bahasa birokrasi nih yee).

Sebenarnya juga tak bisa disalahkan seratus persen pada kurikulum tapi.....saya lebih suka menyalahkan "para pengajar bahasa inggris di PT) lho kok jadi kambing hitam.......?
Ya iyalah.....sekarang ini para pengajar di PT terlalu terbebani pekerjaan birokrasi dan institusi. Pikiran mereka telah diperas habis...bis....bis untuk proyek nasional. Terus kapan belajarnya ? Kapan risetnya ? Kapan menawarkan konsep baru termudah belajar bahasa Inggris. Sementara di cIna (baca RRC) mereka telah menyatakan kesiapannya menjadi negara terbesar pemakai bahasa Inggris. Jangan kaget ya .....(makanya banyak baca jangan cuma FB hehehe),

Kadang penulis berandai-andai....
seandainya para mahasiswa paham perbedaan antara Language acquisition dan language learning....pasti guru-guru bahasa inggris hari ini banyak yang tak pernah berkeluh kesah terhadap situasi kelas.Seandainya dulu para mahasiswa tahu apa itu psikolinguitik dan pengajaran TEFL maka hari ini tak akan ada banyak guru "yang tergila-gila" dengan BKOF, MOT, IOT atau ICOT (CODOT sekalian...) Seandainya para guru sehari saja mau baca Noam Chomsky, Skinner dan Stephen Khrasen mungkin kita tetap punya kekayaan "wacana" dalam mengajar bahasa.
Kadang ketidak tahuan di atas membuat kita prihatin.....teori, approach, method, maupun tehnik macam apa sih yang dipakai di negeri ini. Jangan-jangan kita sendiri bengong dan bingung......karena rutinitas seabrek membelenggu otak kanan kita dan akhirnya kita pilih jadi guru konservatif yang bersertifikasi. Sedangkan kreatif...........hanya berputar pada gagasan dan diskusi seperti ini.

2 komentar:

  1. hell, yeah! I hate GBA. Ane setuju sama agan! Jaman ane dulu, gak mungkin ada siswa ga kenal tenses. Sejelek2nya bhs ingg siswa, minim mrk bisa m'gabung sebuah subjek & predikat. Sekarang mah adanya ngapalin genre text doang.
    Apa sih pentingnya menghafal genre text jika membuat kalimat sendiri saja tidak bisa?
    sebagai hasil penerapan GBA selama 5 tahun belakangan, siswa2 saya grammar nya ancur parah. Gila, masak agreement singular plural aja masih carut marut? Pdhl saya sedang PPL di sekolah paling fav, tapi kemampuan bhs ingg baik tulis maupun lisan siswa2nya parah sekali. Mrk hny diajar "what is the social function of the text?" nguik,,,, nguik,,,
    Mau gak diajar Genre, eh tapi koq ya di Ujian yg keluar soalnya gitu2an. Gimana nih?

    BalasHapus